5 Hal Penting Mama Harus Tahu Sebelum Menitipkan Anak

Bagi ibu yang bekerja di ranah publik pasti bimbang, antara ingin membersamai anak tetapi tetap tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Apapun pilihan yang mama ambil pasti tujuannya untuk memberikan yang terbaik pada keluarga.

Jika memilih untuk bekerja maka anak akan menghabiskan waktu setengah hari bersama dengan pengasuh. Pengasuh disini bisa nenek, pengasuh atau asisten rumah tangga. Pasti ada resiko jika memutuskan untuk menitipkan anak pada pengasuh, karena setiap orang memiliki pola asuh yang berbeda dan dengan latar belakang yang berbeda pula.

Semakin besarnya pengasuhan anak bukan dari ibunya, juga menjadikan semakin berkurangnya interaksi ibu-anak karena lebih dekat dan nyaman dengan pengasuhnya. Nah jika memang terpaksa dan harus, perhatikan 5 hal penting mama harus tahu sebelum menitipkan anak berikut ini :

1.Menjelaskan secara detail pola asuhan anak selama di rumah

Pengasuh atau orang yang dititipi anak, harus tahu benar kapan waktunya anak makan, waktunya tidur, mandi, bermain, dsb. Terutama pada masa emas anak merupakan pembentukan karakter dan mental anak. Pada usia ini, kecerdasan anak berkembang pesat sesuai dengan pola ajar dan pola asuh yang diterimanya.

Bagaimana jika anak menerima pola asuh yang salah ? Bagaimana karakter ketika dia tumbuh dewasa ? Anak kita bukan untuk jaman kita sekarang, tapi mereka ada untuk jamannya sendiri.

 

2.Memilih orang yang tepat

Jangan sembarangan memilih pengasuh, hindari memilih orang yang memiliki karakter keras dan gampang emosi. Pilihlah orang yang sabar dan penyayang pada anak. Beruntunglah bila mama masih memiliki orangtua atau sanak saudara terdekat yang bisa dititipi anak.

Namun tidak semua orang memiliki keluarga dekat yang dapat mengurus anak mama. Andaikan mereka bersedia, Anda tetap harus mempekerjakan seorang pengasuh bayi atau anak untuk mengurus segala keperluannya. Artinya, orangtua atau keluarga mama bertindak sebagai pengawas keseharian si kecil.

Setiap orang termasuk pengasuh anak yang berpengalaman sekalipun, tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Baik dengan anak yang diasuhnya, maupun dengan kondisi seisi rumah di mana ia bekerja. Selain itu, mama juga harus menyediakan waktu untuk mengenal seorang pengasuh, meskipun ia direkomendasikan oleh banyak pihak ,termasuk yayasan yang menyalurkannya.

Sebab bagaimanapun, mama harus melihat sendiri seperti apa karakter pengasuh anak mama, bagaimana sikapnya terhadap anak dan sebagainya. Tak ada orangtua bekerja yang dapat menghabiskan waktunya di kantor sambil menahan rasa khawatir karena memikirkan keselamatan dan keamanan bayi/anak nya di rumah.

 

3.Pilih orang yang memiliki wawasan luas dalam pengasuhan

Karena pengasuh akan memiliki kebersamaan lebih banyak dengan anak daripada dengan kita, otomatis anak juga akan belajar pada pengasuh.

Nah, mama dapat melakukan beberapa tips ini untuk mengujinya :

  • Tanyakan rekomendasi dari saudara, teman
  • Lakukan wawancara terhadap calon pengasuh
  • Tanyakan pengalaman mengasuh anak
  • Tanyakan bagaimana cara dia mengasuh anak atau pola asuhnya
  • Apakah dia memang benar menyukai anak-anak? Tanyakan pertanyaan yang bersinggungan dengan anak dan perhatikan cara dia menjawabnya
  • Lihat apakah dia orang yang menyukai kebersihan dan keteraturan
  • Tes kesehatan calon pengasuh

 

4.Tempat menitipkan anak

Perhatikan tempat dimana mama akan menitipkan anak, apakah di rumah sendiri, rumah nenek, tempat penitipan anak (TPA) atau day care? Pastikan lingkungannya aman dan tidak ada benda-benda berbahaya disekitarnya. Agar saat lepas dari pantuan pengasuh sementara waktu tidak membahayakan anak kita.

Untuk mama yang ingin menitipkan anak di lembaga penitipan anak, ada beberapa tips memilih day care sebagai berikut :

  • Memiliki surat izin resmi dari dinas terkait
  • Tim ahli yang lengkap dan dapat dipercaya
  • Reputasi dari daycare
  • Pertimbangkan lokasi – Pilih yang dekat dengan tempat bekerja, karena mama akan dengan mudah untuk menjangkau dan sesekali menengok buah hati kesayangan
  • Pastikan tempat bersih, karena tempat bermain dan beristirahat anak
  • Jumlah pengasuh dan anak yang dititipkan juga jadi pertimbangan¬†
  • Simpan contact person day care anda, minimal 3 orang yang berbeda bisa dihubungi.

 

5.Siapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak

Sebaiknya mama menyiapkan sendiri makanan dan minuman yang bergizi dan higienis untuk buah hati. Dengan begitu mama akan merasa lebih tenang karena mengetahui tercukupinya asupan nutrisi untuk buah hati yang sedang dalam masa tumbuh kembang.

Jangan sampai kita melupakan apalagi mengabaikan hal penting ini. Karena gizi yang cukup juga membantu membentuk daya tahan tubuh pada anak, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Setelah mengetahui lima hal penting sebelum menitipkan anak, alangkah baiknya mama juga mempertimbangkan dampak positif dan negatif pada anak mama dibawah pengasuhan orang lain.

  • Dampak positif
    • Belajar bersosialisasi dengan orang lain
    • Belajar kemandirian
    • Melatih rasa percaya diri
  • Dampak negatif
    • Kurangnya kedekatan orang tua dan anak
    • Kasih sayang dari orang tua kurang terpenuhi
    • Anak merasa terkekang
    • Meningkatkan agresivitas dan ketidakpatuhan anak pada orang tua
    • Lebih dekat dengan pengasuh daripada mama-nya sendiri
    • Watak/sifat anak akan lebih cenderung seperti pengasuhnya

Itu tadi beberapa dampak positif dan negatif yang perlu diperhatikan oleh mama juga yah. Yang pasti semua ibu menginginkan untuk bisa mengasuh dan membersamai anak sendiri.

Sebagian dari ibu mungkin memutuskan untuk menitipkan buah hatinya dan membantu suami mencari nafkah adalah hal yang wajar. Karena dalam diri kita masing-masing memiliki tujuan dan cara tersendiri demi kebahagiaan keluarga tercinta.

Semoga informasi diatas dapat membantu mama yang ingin menitipkan anak pada pengasuh tanpa meninggalkan takdir menjadi seorang ibu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *