Pusing Bayi Rewel? Yuk Kenali Penyebabnya

Menangis adalah salah satu cara bayi dalam berkomunikasi dan tanda bahwa dia tidak nyaman dengan sesuatu. Kebiasaan menangis dapat bervariasi antara bayi satu dengan bayi lainnya. Bayi menangis paling banyak pada 3 bulan pertamanya, dimana frekuensi tangisan cenderung meningkat dibulan-bulan awal kehidupannya dan semakin berkurang seiring pertambahan usia bayi.

Terkadang pihak ketiga seperti neneknya, tetangga, teman dan bahkan orang yang tidak kenal saat mereka melihat dan mendengar tangisan bayi akan memandang dengan tatapan yang membuat kita panik. Beberapa orang tua bisa menjadi bingung, takut, stress, bahkan emosi saat menemui situasi tersebut.

Yang lebih parah lagi jika orang tua hingga memunculkan sikap kasar yang dapat melukai fisik maupun mental sang anak. Padahal diri kita sendiri yang tidak mampu memahami apa yang terjadi sedangkan anak kita sudah memberitahu semampu dia. Emosi negatif akan berdampak buruk pada anak hingga dia dewasa nanti.

Kita sebagai ibu harus berusaha sabar dan mencoba mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh bayi kita. Nah apa yang membuat dia tidak nyaman itu lah yang harus kita kenali, berikut penyebab bayi rewel dan solusinya :

1.Gangguan pada perut

Karena bayi yang dilakukan hanya minum asi yang kadang membuat udara masuk dan membuat perut bayi kelebihan gas. Dia ingin mengeluarkan gas itu lewat sendawa, maka kita bantu dengan menggendong berdiri sambil kita peluk dan nyanyikan lagu. Penggunaan minyak telon tidak disarankan karena beberapa bayi memiliki kulit sensitif.

Jika harus menggunakan minyak telon, gunakan sedikit saja yah, karena bagi bayi minyak telon itu terasa panas. Dan jangan gunakan minyak telon pada kepala, wajah serta bagian kemaluan yah!

 

2.Popok basah

Coba mama periksa popoknya apakah sudah basah? bayi menangis saat buang air kecil dan besar. Segera ganti popoknya dan pastikan bersih dan kering.

 

3.Bayi bosan

Bayi bisa bosan juga yah. Biasanya tangisan isakan dan rintihan menjadi tanda bayi bosan. Nah bosan bisa diatasi dengan diberikannya stimulasi. Coba juga kenalkan dunia luar dengan ajak jalan-jalan pagi  dan sore hari.

 

4.Terlalu lelah

Bayi jika terlalu banyak stimulasi juga akan cepat kelelahan. Jadi sebaiknya stimulasi dilakukan sesuai dengan usia nya. Proses tumbuh kembang tiap anak berbeda-beda, jadilah orang tua bijak yang tidak membandingan dengan anak lain. Tumbuh kembang juga bukan kompetisi jadi jangan memaksa jika bayi sudah terlihat kelelahan atau tidak nyaman.

 

5.Bayi kepanasan / kedinginan

Suhu yang disukai bayi berbeda dengan orang dewasa. Apalagi bagian kepala bayi yang mudah berkeringat, tapi bukan berarti bayi mengalami demam yah. Penyebabnya karena kelenjar keringat pada bayi yang aktif di kepalanya.

Pakaian yang dikenakan sangat berpengaruh pada bayi, jadi pakaikan baju sesuai kondisi suhu dan cuaca. Jangan memakaikan selimut yang terlalu tebal dan Jika bayi kedinginan saat malam hari beri selimut tipis serta pakaikan sarung tangan dan kaki.

 

6.Pencahayaan kamar terlalu gelap / terang

Saat bayi tidur kondisikan lampu kamar yang redup karena hal ini akan membuat tubuh memproduksi hormon melatonin agar tidur lebih nyenyak. Pemakaian lampu terang saat dia bermain saja agar bayi bisa dengan jelas melihat sekitarnya.

 

7.Hidung tersumbat dan dahak di tenggorokan

Jika hidung bayi tersumbat sebaiknya jangan langsung diberi obat. Berikan asi terus untuk menjaga daya tahan tubuhnya, 

 

8.Ruam popok

Ruam popok ini tidak hanya disebabkan oleh popok sekali pakai, tapi popok kain pun bisa menyebabkan ruam jika dalam keadaan basah dan tidak segera diganti. Jadi apapun popoknya segera ganti jika basah atau lembab. Apakah perlu salep ruam? Konsultasikan pada dokter jika ruam terlalu banyak, Jika ruam masih sedikit, dalam sehari cobalah untuk mengganti popok bayi sesegera mungkin.

 

9.Setelah imunisasi

Ada beberapa anak yang sehabis imunisasi mengalami demam. Ini adalah hal yang wajar dan akan sembuh sendiri keesokan harinya. Saat bayi mengalami demam setelah imunisasi, berikan asi yang lebih banyak dari biasanya untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya.

Suhu ruangan juga harus dijaga agar tidak terlalu dingin / terlalu panas. Buat suasana ruangan sejuk dan nyaman agar bayi kita tetap terjaga. Dan yang paling penting terus pantau suhu tubuh bayi, jika demamnya tak kunjung turun sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak.

Itulah 9 penyebab yang paling sering membuat anak rewel. Jika menemukan tanda-tanda yang tidak biasa seperti bayi ada memar, bayi seharian tidak berhenti menangis, nafas terengah-engah segeralah hubungi dokter. Jangan pernah meremehkan hal kecil yang terjadi pada bayi karena jika penanganannya terlambat sangat berbahaya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *